well, kali ini aku bahas mengenai kerjasama dimana untuk pengertian secara harfiahnya juga kadang disalahgunakan. hm.,., kalo kalian bingung itu wajar karna baru satu kalimat yang dibuat (waakakaka). disini juga sebenarnya bukan cuma judul diatas aja yang ingin aku ungkapkan tapi banyak hal pelajaran yang harus aku torehkan di dunia tanpa nyawa ini.
kisahnya adalah disuatu tempat yang terpencil dan masih kental dengan rasisme bangetnya disuatu pulau. ditempat itu bisa dibilang masih amat tertinggal, pemikiran masih sempit, tidak bisa menerima ideologi baru, dan amat sangat sensitif. pada suatu hari ketika para pendatang membuka usaha besar disana dimana usaha tersebut bisa dibilang skala internasional. seiring berjalannya usaha tersebut ternyata banyak juga pendatang lainnya yang bekerja disana. yang aku ingin ungkapkan adalah para penduduk asli disana sangat membanggakan kedaerahan mereka sehingga mereka merasa bahwa merekalah yang berhak menentukan apa yang harus terjadi. banyak banget hal-hal yang seharusnya dilakukan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku tidak dijalankan dikarenakan bahwa paham kedaerahan tersebut. entah apa akar dari masalah tersebut. yang jelas jika satu masalah kecil saja memicu maka akan dianggap sebagai musuh kedareahan.
well, kalau diperhatikan dan diteliti lebih lanjut sebenarnya diantara kedua belah pihak hanya kurang komunikasi dan kesepahaman saja, bila saja para penduduk asli mau menerima dengan baik dan menyambut hangat maka pastilah mereka juga akan ikut menikmati buah dari apa yang para pendatang telah hasilkan disana dan apabila para pendatang juga komunikatif dan kritis terhadap keadaan dan situasi penduduk maka tentulah tidak akan terdapat masalah yang seperti ini. secara tidak langsung para penduduk disana dapat diuntungkan dengan dibukanya lapangan pekerjaan, fasilitas transportasi, pendidikan dan juga tentunya informasi dari teknologi yang juga sedang ONFIRE di negara ini. jika mereka perhatikan dan pikirkan untuk jauh kedepannya maka anak cucu mereka juga pasti akan bisa menikmatinya dengan manis. bukan mau menyudutkan para penduduk aslinya tapi perubahan itu tidak datang dari diri sendiri saja melainkan dari orang lain juga. kita juga harus siap dengan perubahan yang terjadi dan tentunya kita harus bisa menyikapi dengan baik apakah perubahan tersebut baik atau buruk. jika perubahan yang terjadi adalah buruk maka kita tidak perlu mengikutinya dan tentu saja kita harus berbenah diri lagi dengan perubahan buruk itu untuk menjadikannya lebih baik lagi dari sebelumnya. demi perkembangan dan masadepan yang indah demi anak cucu kita nantinya marilah kita bersama-sama membangun kearah yang lebih baik agar tercipta buah yang manis yang nantinya bukan hanya kita saja yang akan menikmatinya tapi juga para penerus kita walau kita telah tiada.............