
Serangan ulat bulu di Bali berujung berkah. Tim Propinsi Bali yang melakukan pengamatan atas keberadaan ulat bulu di Kabupaten Karangasem, memastikan bahwa binatang yang kini merambah pepohonan di daerah itu adalah jenis ulat sutra emas.
"Itu justru jenis ulat yang membawa berkah, yakni ulat sutra emas yang benang kepompongnya dapat dipakai bahan baku atau aksesori busana," kata Kepala Dinas Pertanian Bali Ir Made Putra Suryawan di Amlapura, Sabtu (16/4).
Suryawan yang memimpin langsung tim tersebut, juga melakukan pengamatan serupa di sejumlah desa di Kabupaten Klungkung.
Dari hasil pengamatan tim, kata dia, ternyata menemukan jawaban yang cukup menggembirakan dari kemunculan fenomena alam di Kabupaten Karangasem ini."Itu justru jenis ulat yang membawa berkah, yakni ulat sutra emas yang benang kepompongnya dapat dipakai bahan baku atau aksesori busana," kata Kepala Dinas Pertanian Bali Ir Made Putra Suryawan di Amlapura, Sabtu (16/4).
Suryawan yang memimpin langsung tim tersebut, juga melakukan pengamatan serupa di sejumlah desa di Kabupaten Klungkung.
Ketika mengadakan pengamatan secara lebih seksama di Banjar Giok, Desa Tumbu, Karangasem, tim menemukan bahwa binatang yang ditakuti masyarakat itu adalah ulat pembawa berkah, karena satwa tersebut ternyata ulat sutra emas (Cricula trifenestrata).
"Binatang berbulu dan merayap itu adalah ulat sutra emas yang hidup secara liar," ucapnya sambil tersenyum.
sementara itu wabah ulat bulu kini sudah terlihat dimedan sumatera utara.Sejauh ini diketahui setidaknya ada tiga jenis ulat yang menyerang pepohonan di Sumut. Serangan ulat bulu juga terjadi di Kabupaten Deli Serdang dan Batu Bara.